Cek Disini, Apakah Anda Berisiko Kena Stroke?

Vera Farah Bararah – detikHealth

Jakarta, Stroke sampai saat ini menjadi penyakit yang cukup ditakuti karena bisa menyebabkan kematian atau kecacatan. Untuk itu cek disini, siapa saja orang-orang yang berisiko terkena stroke.

“Stroke memang punya cukup banyak faktor risiko, faktor risiko ini ada yang tidak bisa dimodifikasi tapi ada yang bisa dimodifikasi,” ujar Dr Manfaluthy Hakim, SpS(K) dari departemen neurologi FKUI saat dihubungi detikHealth, Rabu (4/7/2012).

Dokter yang akrab disapa Luthy ini menjelaskan faktor risiko dari stroke yang tidak bisa dimodifikasi yang membuat seseorang berisiko kena stroke yaitu:

  1. Umur terutama yang berusia 55 tahun ke atas
  2. Jenis kelamin laki-laki umumnya risikonya lebih besar meski belum diketahui penyebabnya secara pasti
  3. Jika ada riwayat dalam keluarga seperti saudara, kakek nenek atau orangtua yang memiliki hubungan darah yang pernah mengalami stroke atau penyakit jantung maka risikonya lebih besar.

“Kalau punya faktor-faktor ini harus hati-hati dan harus bisa menjaga diri salah satu pencegahannya dari faktor risiko yang bisa dimodifikasi,” ujar dr Luthy yang lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret pada 1989.

Faktor risiko yang bisa dimodifikasi adalah:

  1. Punya penyakit tekanan darah tinggi, kondisi ini merupakan penyebab terbanyak karena penyakit darah tinggi bisa membuat seseorang memiliki risiko lebih besar terkena stroke.
  2. Punya penyakit diabetes melitus, ini menyebabkan gangguan pembuluh darah sehingga menimbulkan plak-plak yang selanjutnya mengakibatkan penyumbatan aliran darah. Kalau penyumbatan di otak maka bisa menjadi stroke.
  3. Obesitas, umumnya orang yang obesitas biasanya memiliki kandungan lemak yang lebih banyak sehingga kerja jantung jadi lebih berat dan menjadi risiko terkena stroke atau gangguan jantung.
  4. Pola makan yang salah misalnya banyak makan junk food, atau makanan berkolesterol yang menyebabkan kandungan lemak dalam darahnya tinggi.
  5. Merokok, orang yang merokok diketahui bisa meningkatkan risiko terkena stroke.
  6. Stres, faktor ini bisa mengganggu metabolisme yang nantinya meningkatkan tekanan darah sehingga memicu stroke.

“Yang paling penting masyarakat tahu apa saja faktor risiko dari stroke, karena lebih baik mengendalikan faktor risiko ini daripada mengalami stroke,” ujar Dr Luthy.

Dr Luthy menyarankan jika punya hipertensi sebaiknya kontrol secara teratur dan minum obat, kalau merokok segera berhenti, obesitas sebaiknya lakukan diet yang benar hingga bisa dapat berat badan ideal.
Pola makan juga perlu diatur dengan banyak serat dan mengurangi lemak, lakukan olahraga secara teratur, kalau ada riwayat diabetes harus diperhatikan dan dijaga dengan baik.

(ver/ir)

Sumber: http://health.detik.com/read/2012/07/04/090122/1957184/775/cek-disini-apakah-anda-berisiko-kena-stroke

 

Tentang ipbkpm

Mengabdi sampai akhir bagi kesejahteraan rakyat Indonesia
Pos ini dipublikasikan di Info Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s